Jatuh dalam cinta yang ku maksut adalah jatuh sedalam-dalamnya karna rasa cinta, jatuh yang membuatmu bertahan meski terlihat bodoh, jatuh yang membuatmu merasa yakin dia pantas kau perjuangkan dan ya 'jatuh yang membuatmu belajar suatu hal' entah hal baik sebagai pelajaran hidup atau hal buruk sebagai memori kelam yang menyayat hati.
-------------------------------------------------------------------Darenina Fatmawati tapi semua biasa memanggilku Nina, gadis remaja berusia 19tahun yang terlahir dari keluarga 'broken home' dengan kepribadian ganda dan perasaan yang gampang berubah seperti cuaca di Indonesia. Saat ini aku sedang sibuk-sibuknya menyiapkan diri untuk 2 hal yang sungguh sangat membingungkan pikiran yaitu bekerja di sebuah maskapai penerbangan atau kuliah di ptn, dan hal itu sangat membuatku gugup menjalani hidup ini. Well, sejak aku masih SD semua orang menganggap aku ini perempuan yang rada tomboy dan beda dari anak perempuan pada umumnya namun itu hanya pandangan mereka saja menurutku ya karna ku rasa itu terlalu berlebihan.
Memang aku sudah terbiasa bergaul dengan anak laki-laki sebayaku, entah dirumah ataupun disekolah aku lebih dekat dengan anak laki-laki..eits tapi bukan berarti aku tertutup dengan anak perempuan, ngga kok ada beberapa teman perempuan ya tapi memang ngga sedekat dengan yang laki-laki. Aku lebih merasa nyaman dan cocok ketika bergabung dengan anak laki-laki soalnya mereka asik sih, mereka tidak berkelompok seperti para perempuan dan mereka bisa membedakan saat bercanda dan saat serius haha.
Meskipun teman-temanku rata-rata pria jangan pikir aku ini mudah jatuh cinta ya, aku ini rada pemalu dengan lawan jenis--ya rada pemalu walau kadang terlihat memalukan saat bermain dengan teman priaku, entah kenapa sulit sekali merasakan cinta sungguhan. Oh ya! Aku ini suka sekali loh bermain game online haha dan aku terbiasa bermain diwarnet dekat rumahku, awalnya aku online hanya untuk buka social media seperti Facebook dan Friendster saja tapi rasa penasaranku saat melihat orang bermain game online muncul lalu aku minta operator warnet tersebut mengajariku.
"Bang itu main apasih? kok joget-joget?" tanyaku ke OP warnet.
"Oh itu mah namanya Ayodens coy, lagi jaman itu game" jelas si OP.
"Yaudah ajarin gue apa bang, biar gue paham masa gue jauh-jauh ke warnet cuman main fb doang sm fs" pintaku ke si OP.
"Lah emang lu punya id sama pw nya? Bikin dulu lah nanti gua ajarin, apa mau pake id gua? Tapi kalo udah bisa tar lu bikin sendiri yak" kata si OP meng-iyakan.
Lalu sedikit-sedikit aku mulai paham cara bermainnya, aku buat id dan password ku sendiri dan ya seperti orang cupu baru bergaul begitulah aku saat pertama bermain game online tersebut.
Ternyata game ini seru juga, kita bisa berbicara dengan manusia yang berbeda-beda dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan kita bisa menemukan jodoh kita di game ini hahaha gilak pikirku saat itu. Btw aku main game ini sejak aku masuk SMP kelas 7 sampai kelas 9 saja karena saat kelas 9 aku mulai sibuk les dan menyiapkan diri untuk UN.
Sebetulnya aku main game ini untuk melampiaskan rasa sepi dan sedihku saat dirumah saja, entah kenapa saat bermain game ini rasanya bebanku hilang and i'm feeling free. Orang tuaku berpisah saat aku kelas 5 SD saat dimana anak seumurku harusnya merasakan kasih sayang dan tumbuh dalam keluarga yang utuh juga harmonis, tapi aku tidak! aku yang saat itu belum paham hanya bisa melihat ibuku menangis sejadi-jadinya, sesekali ibu cerita sedikit tentang "ayah dan keluarga barunya" tapi sungguh saat itu aku belum paham maksut cerita itu.
Masa remajaku tidak semulus paha girlband korea SNSD, aku tumbuh dengan didikan keras abangku yang pertama fiuh kenakalanku saat itu tidak terkontrol sekali. Aku senang pulang larut malam, pergi kabur membawa motor yang belum keluar plat nomor dan berpetualang kerumah teman-temanku jalan kaki HAHAHA iya jalan kaki berpuluh-puluh meter astaga tuhan bodohnya aku dulu! Maka itu badanku ini kurasa sudah kebal dengan pukulan tangan sampai benda tumpul dirumahku, ketika aku mulai pulang larut malam pasti abangku sudah bersiap didepan pagar dan memasang muka sangar menyambutku dengan tatapan seakan berkata "selamat datang di neraka malam ini" tentu saja jotosan renyah dari tangan dia melayang dikepalaku dan juga sedikit tambahan tendangan mautnya melayang ke badanku yang meringkuk dilantai sembari menutup wajah dengan kedua tanganku.
Bahkan aku pun pernah merasakan teko besi melayang ke kepalaku ini, bagai piring ufo yang mendarat di bumi dengan indahnya.
-Bersambung ke Part 2-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar