Rabu, 11 April 2018

Perbedaan (Part 8)

     Tahun ini tidak terasa aku sudah kelas 11 semua beban makin bertambah, tugas pun demikian tanpa henti mengejar-ngejarku ditambah lagi aku harus melakukan kegiatan praktik kerja 2bulan lagi tentu aku harus mencari refrensi tempat kerja.
     Sudah lama rasanya aku tidak merasakan suka pada lawan jenis mungkin karna aku terlalu membatasi diriku, tidak ada selera menjalin hubungan dengan siapapun.
      Sejak naik kelas 11 aku memutuskan untuk berhenti basket karna selain sibuk aku sudah mulai bosan, maklum aku ini memang moody-an jadi mudah bosan.
Hari ini aku datang kepagian karna takut telat dan memang cuaca sedang hujan jadi aku berusaha untuk datang pagi, Ari teman kelasku yang juga anak basket tiba-tiba duduk disebelahku saat aku sedang tiduran dimeja. Kaget bukan main karna anak ini biasanya hanya diam dan tidak pernah berbicara dengan perempuan tiba-tiba bertanya padaku, aku yang sedari pagi tidur-tiduran langsung bangun dan memberi pandangan bingung ke dia.
"lo udah gak basket lagi? Kenapa?" tanya dia padaku tanpa melihat wajahku.
"ya, gua capek, gua bosen dan lagian juga gua sibuk nyari tempat prakerin" jawabku sambil melipat tangan ke meja-tiduran lagi.
"oh, gue gak bisa liat lo belajar basket lagi dong? yaudah kalo gitu" jawab dia sambil beranjak pergi.
     Anak itu benar-benar aneh! Tapi masa bodo lah untuk apa juga perduli omongan dia, toh dia juga sudah ada pacar yang cantik dan stylish pula. 

Rabu, 01 Maret 2017

Proses Pencarian Jati Diri (Part 5)

     Seperti yang kalian tau bahwa aku lebih senang berteman dengan anak laki-laki ketimbang perempuan, aku pun membuka diri untuk berteman dengan siapa saja dan tidak hanya dengan anak sebayaku bahkan aku berteman dengan anak dibawah umur dan lebih dewasa daripadaku. Namun sayangnya sebagian dari mereka hanya datang membawa pengaruh buruk untukku, begitulah pertemanan.

     Setelah vakum bermain game online aku lebih sering menghabiskan waktu dengan teman laki-lakiku, entah hanya untuk sekedar nongkrong diwarung dekat sekolah ataupun pergi nonton acara band. Tidak ada beban sedikitpun yang ku pikirkan dan entah berapa banyak dosa yang ku perbuat saat bermain dengan mereka, aku benar-benar menyesal!

     Setelah 2tahun ayah meninggalkan rumah kami-dia tidak pernah kembali, suasana rumah tidak seindah dulu ketika aku masih SD. Tidak ada kebahagiaan yang berarti untukku, aku kesepian dan stress meguncang pikiranku.
Kenakalanku dimulai saat aku masuk SMP, aku memangkas habis rambut panjang sebahu menjadi potongan ala anak laki-laki, aku mencoba merokok, aku sering cabut sekolah, aku sering cabut ke kantin saat jam kosong dan bahkan di akhir pekan aku pergi menonton balap liar-sungguh menjijikan aku yang dulu!

     Saat ini juga lah aku rutin mendapat pukulan dan tendangan dari kakak laki-lakiku atas perbuatanku, ya ku akui memang salahku juga karna aku terlalu banyak bermain dan cabut sekolah tapi sejujurnya aku begitu karna aku merasa kesepian. Ku pikir kakak laki-laki akan melindungi adik perempuannya seperti yang ku lihat di film, tapi sayangnya itu tidak berlaku padaku. Badanku sering mengalami lebam biru hadiah dari abangku, bahkan pernah suatu ketika saat waktunya buka puasa aku disambut dengan kuah panas capcay yang dilempar kewajahku hanya karna aku salah beli. Luar biasa bukan rasanya menjadi diriku? Bersyukurlah kalian yang memiliki keluarga utuh haha. 

     Oh ya aku juga sempat bergabung dengan band yang diusung kakak kelas laki-lakiku, diantara anggota band akulah satu-satunya perempuan. Aku ditunjuk sebagai pemain drum karna hanya itu yang sedikit bisa ku mainkan dalam alat musik. Beberapa anggota bandku adalah anak putus sekolah namun sifat dan kelakuan mereka sama sekali tidak seburuk yang orang kira, mereka lah yang menjagaku seperti seorang kakak menjaga adik, mereka mengobati rasa sepiku, mereka menghiburku dengan candaan mereka, mereka yang mengajariku cara memasak dan tentu mereka jugalah yang menjemputku saat kami akan pergi latihan di studio.

     Meskipun aku merokok tapi aku sama sekali tidak pernah mencoba alkohol ataupun narkoba, aku masih bisa membawa diri dalam lingkaran setan itu hahaha. Beberapa anak perempuan disekolah ku takut kepadaku, entah kenapa mereka begitu takut. Padahal seingatku dulu aku itu pendiam tapi ku akui memang aku sangat jail, sebelum berangkat sekolah aku menyempatkan diri untuk mencari bangkai tikus atau kodok gepeng dijalanan lalu ku jaili anak perempuan yang sedang piket atau sedang bergosip di kursi belakang. Menurutku seru aja menjaili para wanita lebay dan centil seperti mereka, menjaili mereka sampai nangis dan akhirnya membuatku harus sering bolak-balik masuk ke ruang guru haha.

     Aku sempat berpacaran dengan laki-laki dari kelas lain, laki-laki yang nakalnya melebihiku. Teman-teman kelasku pun heran dan bertanya kenapa aku mau berpacaran dengan dia padahal wajahnya bisa dibilang lebih jelek dibanding mbul, badannya kurus kecil dan kelakuannya sangat amat nakal. Jawabanku adalah aku ingin mencoba membawa dampak baik bagi dia, aku ingin dia berubah dan aku pun bisa mengobati sedikit rasa sakit hatiku dengan mbul dulu.

     Syukurlah saat berpacaran denganku ada banyak dampak positif untuk dia salah satunya dia mau pulang kerumah dan makan banyak juga berhenti merokok. Aku tidak pernah melarang dia merokok tapi aku selalu mengingatkan ke dia dampak dari rokok kedepannya, aku lebih banyak mengingatkan dia dengan sabar ketimbang dengan larangan dan aku yakin perasaan tulus bisa membawa perubahan untuk seseorang. Aku pun juga mulai mengurangi kecanduan merokokku, dulu aku bisa menghabiskan satu bungkus rokok sendirian tapi lambat laun aku berhenti dengan sendirinya.

     Pada suatu ketika pacarku mengajakku untuk main dirumah teman sekelasnya yang tidak jauh dari perumahanku, disitu aku lihat ada 4 orang yang masing-masing berpasangan dan aku merasa tidak asing dengan wajah anak perempuan yang sedang menatap wajahku dengan ketakutan. Oh aku ingat! Dia adalah anak perempuan yang memang ku dengar kelakuan "lacurnya" #astagfirullah, sumpah aku liat anak itu sedang tidur diatas badan pacarnya hanya menggunakan tanktop dan celana pendek. Astagfirullah benar-benar gila, aku duduk diruang tamu dan fokus melihat film di televisi sambil memperhatikan anak perempuan tadi sedang disentuh bagian dada dan 'ya you know lah what i mean' dalam hati aku terus berkata "betapa mahalnya harga dada dan paha diKieFCi ketimbang anak perempuan itu". Bukan aku munafik tapi memang sungguh aku datang kesana hanya untuk menonton tv karna pacarku juga tidak berani menyentuhku sebab dia tau aku bisa menghajar dia kalau berani menyentuhku, aku serius!

-------------------------------------------------------------------

     Tidak terasa waktu berjalan sangat amat cepat, hubunganku dengan dia sudah berakhir karna aku harus fokus Ujian Nasional dan menyiapkan diri untuk masuk sekolah tingkat akhir nanti. Aku mulai berubah, rambutku mulai panjang, aku merawat kulit bersihku yang sempat kusam hingga bersih kembali, aku berhenti merokok, aku berpenampilan selayaknya anak perempuan dan aku pun membatasi diri bergaul dengan anak laki-laki.

     Tapi aku bersyukur merasakan proses pencarian jati diriku saat SMP karna jika aku merasakannya saat SMK nanti entah apa jadinya nasibku, mungkin aku bisa di drop out dari sekolah yang disiplin itu hahaha.

Sungguh aku tidak ada maksut membanggakan diri karna kenakalanku itu, aku hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang hidupku yang selama ini ku pendam sendiri. Aku harap kalian bisa mengambil sisi baiknya, dan membuang sisi buruknya. Terimakasih ^-^

-Bersambung ke Part 6-

Pertengkaran Hebat (Part 7)

     Tiga bulan sudah kulalui masa awal perkenalan sekolah, aku banyak mengenal orang baru dan kepribadian yang sangat berbeda denganku. Sejak awal masuk sekolah aku sudah bertekad bahwa aku mau fokus sekolah saja, tidak ada yang namanya cinta-cintaan apalagi bergaul dengan orang yang tidak bermanfaat.

     Aku bergabung dalam kelompok dengan anggota 6 orang yang isinya anak perempuan semua, berkat mereka pula aku semakin semangat belajar disekolah. Berkat mereka juga nilaiku meningkat hahaha!

     Dikelasku ada anak laki-laki (sebut saja dia Ari) dia berpostur badan tinggi, kurus dan berkulit hitam buluk #ehmaap. Sama sekali bukan type ku, tapi entah kenapa beberapa anak perempuan ku naksir berat dengannya termasuk teman kelompokku. 

"Pakai pelet apa dia sampai banyak yang naksir gitu? astaga apa mata mereka sudah jereng? Begitu disukain" pikirku.

     Pagi ini kami semua diberi selembaran tentang pemilihan ekskul, tentu saja aku mau ekskul yang bisa bersama dengan teman kelompokku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil ekskul dance dan basket, dan ekskul dimulai minggu depan.

     Minggu ini aku ekskul dance dan sumpah seumur hidup aku ngga akan mau ikut aktifitas seperti ini lagi, seriuss! Badanku terasa encok karna pemanasan awal tadi dan ewh aku ngga suka dance karna anak perempuannya terlalu lebay, lalu ku putuskan untuk bertahan dibasket meskipun menguras tenaga tapi setidaknya lebih asik dan juga ada banyak kakak senior tampan hehehe.

-------------------------------------------------------------------

     Tiga bulan berlalu begitu saja dan ujian sekolah pun tiba, benar-benar waktu berjalan sangat amat cepat pikirku. Seperti biasa saat istirahat aku pergi ke kantin untuk makan soto di lantai 2 bersama teman-temanku, kantin lumayan sepi karna beberapa anak lebih suka jajan di lantai 3 maka kondisi ditempat soto itu hanya ada 1 kelompok kakak kelas dan kelompok ku saja. Aku ingat sekali saat itu kondisi perutku sedang lapar-laparnya dan aku makan tanpa mendengar suara kakak kelas yang menyuruhku mengantar sambal ke mejanya, aku masa bodo saja karna menurutku caranya sangat amat tidak sopan dan aku masih menjaga emosi ku saat itu.

"Oy de sambel dong bawa sini" kata si nenek lampir itu (read: kakak kelas).

"Ngomong sama siapa lu?" aku menengok ke arahnya lalu membuang muka dan fokus makan lagi.

"Ye dasar anak songong, masih kelas 10 aja udah belagu lo!" sahut si mak lampir sambil marah-marah.

Tentu saja aku marah dan berdiri menghadapnya sambil berkata "Terus kenapa kalo gua masih kelas 10? Lo juga masih kelas 11 tapi lagak lo kaya preman" emosi ku benar-benar memuncak.

     Dan terjadilah adu mulut yang membuat teman-temanku menarikku untuk segera naik ke kelas, sumpah kalau ngga karna takut di drop out aku bakal jambak rambut dia!

     Aku menggerutu kesal karna teman-temanku menarikku naik ke kelas, kenapa coba? Aku kan lagi emosi banget, harusnya mereka biarkan aku menjambak si mak lampir itu biar dia tau aku ini tidak selemah adik kelas lainnya! Jam istirahat berakhir dan aku masuk ke kelas untuk belajar materi kewirausahaan, ketua kelasku adalah laki-laki yang sumpah benar-benar cerewet dan banyak gaya. Memang dikelas kami sudah ada perjanjian jika ada anak keluar kelas tanpa izin ketua kelas namanya akan dicatat dan dihukum wali kelas kami karna anak dikelasku memang cukup rusuh jadilah peraturan itu dibuat, tiba-tiba aku benar-benar ingin buang air kecil dan ketua kelas sedang keruang guru bertanya tentang catatan yang dititipkan guru kami yang sedang sakit.
Karna dia lama sekali maka kaburlah aku sendirian ke kamar mandi, begitu aku balik ke kelas tiba-tiba saja ketua kelas itu mencatat namaku dan aku berusaha menjelaskan tapi dia tetap ngotot sambil menunjuk jarinya ke kepala ku seakan berkata aku tidak punya pikiran. Emosi ditempat soto tadi belum reda lalu si ketua kelas sialan ini mengajak perang dunia pertama denganku, binggo! Ku dorong badannya ke kursi sampai jatuh lalu dia bangkit dan menjambakku dari belakang, aku balas dengan menendang perutnya ya seperti itulah sampai akhirnya kami masuk keruang BK lalu menjelaskan permasalahan dan kami berdamai.

     Dan insiden seperti itu bukan hanya terjadi sekali melainkan kedua kalinya namun perang kedua kali ini dengan anak perempuan dikelasku yang mempunyai hobi menghina orang lain, benar-benar bocor mulut anak itu kataku. Bahkan kecepatan dia berbicara bisa diukur dengan spedometer motor, luar biasa! Sampai suatu ketika di lantai 5 kelas kami sedang ada ujian mengetik dan sebagian tunggu diluar termasuk aku dan anak perempuan bermulut spedometer itu, seperti biasa dia melontarkan hinaan kepada teman-temanku dan merembet kepadaku "dari tadi aku diam dan sekarang dia mengusikku, aku ngga akan tinggal diam" langsung saja ku tampar mulut dia lalu dia menarik kantong bajuku sampai robek, tentu saja aku jambak dia, kucakar dan kuberi dia tendangan yang sempat ku pelajari saat karate dulu tepat didadanya. Riuh ramai anak-anak berhamburan keluar ruangan untuk memisahkan aku dan dia termasuk guruku tapi syukurlah kali ini aku tidak masuk ruang BK karna anak-anak menjelaskan bahwa kesalahan awal ada dia, sungguh bukan aku liar tapi aku memang tidak suka jika diusik ketenangannya.

-Bersambung ke Part 8-

Masa Awal Sekolah Tingkat Akhir (Part 6)

      Malam ini adalah malam yang sibuk karna aku harus menyiapkan bahan-bahan untuk kegiatan orientasi besok pagi, seperti saat masuk SMP aku selalu menyiapkan bahan orientasi sendiri tanpa bantuan siapapun. Banyak hal yang kurang ku mengerti dari bahan orientasi ini maka ya aku hanya bawa 5barang dari total 15barang wajib dibawa besok, entahlah kurasa aku sudah kebal hukuman dan bentakan dari senior makanya aku tidak merasa takut atau gelisah karna tidak membawa peralatan lengkap orientasi.

     Pagi-pagi buta sekitar pukul 5pagi aku sudah berangkat dari rumah karna orientasi dimulai dari pukul 6pagi dan karna mengingat jarak dari rumah ke sekolah baruku cukup jauh, ibu yang mengantarku pagi ini tengah bersiap-siap dengan rasa jengkel karna sedari subuh tadi aku terlalu cerewet memaksa dia untuk segera bangun mengantarku.
Seperti yang sudah kuduga bahwa skill membawa motor ibu-ibu tidak bisa diremehkan, dikarnakan jika lewat jalan besar akan macet maka itu kami lewat jalan tikus yang sempit dan lewat pasar yang seharusnya tidak boleh dilewati-sungguh luar biasa ibuku!

     Pagi ini aku lupa membawa banyak sekali barang yang seharusnya dibawa seperti Balon dan Nametag, akhirnya mau tidak mau aku berebut dengan anak baru lainnya membeli balon didepan sekolah kami. Ku rasa ini sebuah kesialan, balonku tersangkut dengan balon orang lain dan orang tersebut laki-laki berkulit putih, berbadan kecil kira-kira hanya sebahuku tingginya dan berwajah jutek ingin rasanya ku tampar dia.

     Sungguh aku merasa sial sekali karna sejak awal orientasi sampai selesai aku selalu terkena hukuman dan payahnya aku selalu dipasangkan dengan anak laki-laki menyebalkan itu, aku ngga paham ini anugrah atau bencana tapi sumpah aku males liat mukanya.

     Setelah orientasi kelas aku dapat banyak teman perempuan karna kebanyakan anak-anak di jurusanku adalah perempuan, ya syukurlah mereka semua sangat menyenangkan. Aku merasa nyaman sekolah disini, sungguh berbeda dari sekolahku sebelumnya.


-Bersambung Ke Part 7-


Setelah Itu, Vakum (Part 4)

     Satu bulan aku menjalin hubungan dengan si mbul tanpa ada masalah awalnya dan kami pun sempat beberapa kali hang-out bersama, entah sekedar menemani dia bermain billiard, ngopi cantik di tujuheleven atau pergi kebioskop. Rasanya sungguh menyenangkan memiliki pasangan bagiku saat itu meski teman-temanku bilang mbul itu gendut dan jelek, tapi aku tidak perduli karna rasa sayangku melebihi naluri selektifku.

*Sekali lagi saya mohon apabila ada hal yang kurang sopan untuk dibaca, silahkan out story jika mengganggu*

     Entah ada angin apa tiba-tiba saat kami sedang membicarakan suatu hal, dia tiba-tiba mengirimiku pesan yang menurutku sungguh keterlaluan. Dia bertanya padaku apakah aku masih gadis? tentu ku jawab iya, lalu dia bertanya lagi apakah aku mau melakukan hubungan seksual dengan dia YAAAA tentu saja aku kaget bukan main dan marah besar.
Aku menolak ajakan itu dan aku pun sempat memaki dia, dia sempat berkata "aku janji kalau ada hal buruk terjadi, aku yang bertanggung jawab" sebelum akhirnya dia minta maaf. Aku tau memang dari awal aku juga turut bersalah karna sempat meng-iyakan ciuman darinya tapi bukan berarti aku langsung percaya dan mau melakukan hal sebodoh itu dengan dia, atau dengan siapapun sebelum menikah nanti.

     Akhirnya setelah kejadian itu tidak butuh waktu lama ya kira-kira hanya 1minggu dari kejadian itu dia pergi menghilang dengan sendirinya, tentunya hubungan kami pun resmi berakhir saat pertengkaran hebat itu terjadi dan aku pun akhirnya memutuskan untuk vakum dari game tersebut.

-Bersambung ke Part 5-

Selasa, 28 Februari 2017

Kopi Darat Pertama (Part 3)

     Pagi ini aku ada janji dengan couple ku digame ayodens, sebut saja namanya mbul karena dari foto yang kulihat di fb nya dia memiliki postur tubuh lebar dan menurutku cute banget. Akhirnya setelah 1jam menunggu dia muncul juga, seperti biasa kami ngobrol dan bercanda saat bermain. Kami pun sudah mulai dekat cukup intens kira-kira sejak 2minggu perkenalan kami rutin saling berbalas pesan SMS, dia bisa dibilang lumayan tajir karna dia sering mengirimiku pulsa ketika aku tidak membalas pesannya.

     Tiba-tiba saat kami sedang asyik chit-chat dia mengirimiku pesan ajakan untuk kopi darat karna dia penasaran dengan rupa asliku, tanpa pikir panjang dan keraguan kuterima ajakannya untuk bertemu akhir pekan nanti.

     Akhir pekan tiba dan kami sudah janjian untuk bertemu didepan stasiun kota tempatku tinggal karna rumah dia cukup jauh maka itu kita pilih alternatif tersebut, ah gilak aku nervous banget saat itu! Saat pertama bertemu rasanya jantungku seperti sedang mengadakan konser marching band didalamnya, sumpah deg-degan banget. Lalu setelah 2menit kami menyapa diri aku langsung naik ke motornya untuk diajak pergi ke salah satu mall dijakarta, syukurlah ternyata aku ngga hanya pergi berdua dengan dia karna ternyata dia juga mengajak kopi darat teman clubnya di ayodens! Fiuhh lega, aku keluar dari kamar mandi dan bergegas keruangan bioskop yang tidak cukup ramai dimall tersebut lalu film diputar.

*Maaf sebelumnya jika aku berbagi sedikit cerita yang agak menjijikan untuk dibaca*

     Berhubung ini pertama kali aku pergi nonton dengan laki-laki tentu kalian bisa membayangkan betapa berdebarnya jantungku namun aku tetap berusaha stay cool didepannya dan fokus menonton film bergenre action tersebut, tiba-tiba aku merasa ada sesosok tangan yang menggenggam jari tanganku "aduh mampus aku" pikirku. Beberapa menit kubiarkan dia menggenggam jariku sambil sedikit curi pandang kulihat wajahnya yang sedang serius nonton dan bertambahlah rasa deg-deganku, tiba-tiba saat aku sedang menetralisir rasa nervousku astaga dia tiba-tiba mencium bibirku yang masih tersegel kegadisannya (T___T) tentu saja aku hanya bisa diam tapi bukan berarti aku menikmatinya ya justru disitulah rasa nervousku memuncak. Rasanya jantung ini ingin melompat keluar ya dia (read: jantungku) sudah salto didalam tubuhku, dia sukses bikin aku nervous karna ciuman pertama ini!

     Malam tadi benar-benar malam yang membuatku tidak karuan dan tidak bisa tidur, bagaimana tidak? Aku yang tidak pernah memiliki pasangan tiba-tiba mendapat pasangan yang langsung main nyosor saja tanpa ada aba-aba #cry

-Bersambung ke Part 4-

Tentang Warnet Beserta Isinya (Part 2)

     Bagi sebagian besar terutama anak perempuan bermain game online itu hal yang sangat membosankan bahkan membuang waktu juga uang bahkan teman-teman perempuanku selalu melarangku pergi ke warnet karena bagi mereka tidak ada faedahnya untukku.
Tapi bagiku semua tergantung individu masing-masing saja, yang penting aku tau batasan mana yang baik dan mana yang buruk! Cerdas.
     Kadang aku juga bingung kenapa aku sama sekali tidak merasa canggung bermain game diwarnet yang notabennya kebanyakan laki-laki dari anak-anak sampai dewasa, mungkin karna mereka sama sekali asik-tidak mengusik-fokus pada game saja. Tapi hal yang membuatku canggung saat pertama kali bermain game diwarnet adalah, pandangan anak-anak kecil ke monitor tempat pc ku bermain-arghhh aku nervous parah. Seakan mereka sedang mengintrogasiku dengan tatapan "ah payah sekali kamu, gitu aja ngga bisa" oh damn.
     Satu bulan belajar bermain ayodens ku pikir aku sudah mulai handal bermain walau dengan satu jari haha, banyak yang mengajari saat aku tidak paham istilah di game tersebut dan juga banyak joki ala-ala. Iya joki ala-ala adalah mereka yang skillnya diatas rata-rata tapi ngga punya billing atau uang untuk bermain makanya berdalih siap jadi joki saat ada yang mengajakku battle, kadang menyebalkan sih karna mereka suka keasyikan bermain dengan billingku.
     Mungkin kalian bisa sebut aku gila game saat itu, bagaimana tidak? Untuk bermain game ini aku menghabiskan banyak uang transferan dari papah, entah untuk menyewa billing maupun membeli voucher untuk avatar ku supaya terlihat keren. Ratusan ribu keluar begitu saja tanpa aku sadar dan tanpa ku perhitungkan, bodohnya aku dulu!
     Ngomong-ngomong karna aku pemalu dan terlihat menyeramkan didunia nyata, aku tidak pernah punya pengalaman PDKT dengan laki-laki manapun tapi didunia maya berbanding terbalik 180°! Didunia maya aku punya banyak teman dekat pria dan aku juga punya couple dari game ayodens itu hahaha, berkat adanya couple itu aku jadi makin bersemangat untuk bermain warnet. Bayangkan pulang sekolah tanpa mengganti baju aku jalan kaki dari sekolah ke warnet, saat puasa aku rela menunggu didepan pagar warnet dari subuh sampai warnet dibuka hanya untuk menebus rasa kangen ku kepada couple yang kejelasannya masih ku pertanyakan (maklum aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, hihi).
     Seperti biasa aku selalu menyewa billing 2jam dulu nanti kalau billingnya habis tambah lagi 2jam sampai uangku habis baru aku berhenti main dan hanya menonton orang lain, semangat sekali kalau sudah melihat icon ayodens rasanya hati berbunga-bunga.
-Bersambung ke Part 3-