Rabu, 01 Maret 2017

Setelah Itu, Vakum (Part 4)

     Satu bulan aku menjalin hubungan dengan si mbul tanpa ada masalah awalnya dan kami pun sempat beberapa kali hang-out bersama, entah sekedar menemani dia bermain billiard, ngopi cantik di tujuheleven atau pergi kebioskop. Rasanya sungguh menyenangkan memiliki pasangan bagiku saat itu meski teman-temanku bilang mbul itu gendut dan jelek, tapi aku tidak perduli karna rasa sayangku melebihi naluri selektifku.

*Sekali lagi saya mohon apabila ada hal yang kurang sopan untuk dibaca, silahkan out story jika mengganggu*

     Entah ada angin apa tiba-tiba saat kami sedang membicarakan suatu hal, dia tiba-tiba mengirimiku pesan yang menurutku sungguh keterlaluan. Dia bertanya padaku apakah aku masih gadis? tentu ku jawab iya, lalu dia bertanya lagi apakah aku mau melakukan hubungan seksual dengan dia YAAAA tentu saja aku kaget bukan main dan marah besar.
Aku menolak ajakan itu dan aku pun sempat memaki dia, dia sempat berkata "aku janji kalau ada hal buruk terjadi, aku yang bertanggung jawab" sebelum akhirnya dia minta maaf. Aku tau memang dari awal aku juga turut bersalah karna sempat meng-iyakan ciuman darinya tapi bukan berarti aku langsung percaya dan mau melakukan hal sebodoh itu dengan dia, atau dengan siapapun sebelum menikah nanti.

     Akhirnya setelah kejadian itu tidak butuh waktu lama ya kira-kira hanya 1minggu dari kejadian itu dia pergi menghilang dengan sendirinya, tentunya hubungan kami pun resmi berakhir saat pertengkaran hebat itu terjadi dan aku pun akhirnya memutuskan untuk vakum dari game tersebut.

-Bersambung ke Part 5-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar