Seperti yang kalian tau bahwa aku lebih senang berteman dengan anak laki-laki ketimbang perempuan, aku pun membuka diri untuk berteman dengan siapa saja dan tidak hanya dengan anak sebayaku bahkan aku berteman dengan anak dibawah umur dan lebih dewasa daripadaku. Namun sayangnya sebagian dari mereka hanya datang membawa pengaruh buruk untukku, begitulah pertemanan.
Setelah vakum bermain game online aku lebih sering menghabiskan waktu dengan teman laki-lakiku, entah hanya untuk sekedar nongkrong diwarung dekat sekolah ataupun pergi nonton acara band. Tidak ada beban sedikitpun yang ku pikirkan dan entah berapa banyak dosa yang ku perbuat saat bermain dengan mereka, aku benar-benar menyesal!
Setelah 2tahun ayah meninggalkan rumah kami-dia tidak pernah kembali, suasana rumah tidak seindah dulu ketika aku masih SD. Tidak ada kebahagiaan yang berarti untukku, aku kesepian dan stress meguncang pikiranku.
Kenakalanku dimulai saat aku masuk SMP, aku memangkas habis rambut panjang sebahu menjadi potongan ala anak laki-laki, aku mencoba merokok, aku sering cabut sekolah, aku sering cabut ke kantin saat jam kosong dan bahkan di akhir pekan aku pergi menonton balap liar-sungguh menjijikan aku yang dulu!
Saat ini juga lah aku rutin mendapat pukulan dan tendangan dari kakak laki-lakiku atas perbuatanku, ya ku akui memang salahku juga karna aku terlalu banyak bermain dan cabut sekolah tapi sejujurnya aku begitu karna aku merasa kesepian. Ku pikir kakak laki-laki akan melindungi adik perempuannya seperti yang ku lihat di film, tapi sayangnya itu tidak berlaku padaku. Badanku sering mengalami lebam biru hadiah dari abangku, bahkan pernah suatu ketika saat waktunya buka puasa aku disambut dengan kuah panas capcay yang dilempar kewajahku hanya karna aku salah beli. Luar biasa bukan rasanya menjadi diriku? Bersyukurlah kalian yang memiliki keluarga utuh haha.
Oh ya aku juga sempat bergabung dengan band yang diusung kakak kelas laki-lakiku, diantara anggota band akulah satu-satunya perempuan. Aku ditunjuk sebagai pemain drum karna hanya itu yang sedikit bisa ku mainkan dalam alat musik. Beberapa anggota bandku adalah anak putus sekolah namun sifat dan kelakuan mereka sama sekali tidak seburuk yang orang kira, mereka lah yang menjagaku seperti seorang kakak menjaga adik, mereka mengobati rasa sepiku, mereka menghiburku dengan candaan mereka, mereka yang mengajariku cara memasak dan tentu mereka jugalah yang menjemputku saat kami akan pergi latihan di studio.
Meskipun aku merokok tapi aku sama sekali tidak pernah mencoba alkohol ataupun narkoba, aku masih bisa membawa diri dalam lingkaran setan itu hahaha. Beberapa anak perempuan disekolah ku takut kepadaku, entah kenapa mereka begitu takut. Padahal seingatku dulu aku itu pendiam tapi ku akui memang aku sangat jail, sebelum berangkat sekolah aku menyempatkan diri untuk mencari bangkai tikus atau kodok gepeng dijalanan lalu ku jaili anak perempuan yang sedang piket atau sedang bergosip di kursi belakang. Menurutku seru aja menjaili para wanita lebay dan centil seperti mereka, menjaili mereka sampai nangis dan akhirnya membuatku harus sering bolak-balik masuk ke ruang guru haha.
Aku sempat berpacaran dengan laki-laki dari kelas lain, laki-laki yang nakalnya melebihiku. Teman-teman kelasku pun heran dan bertanya kenapa aku mau berpacaran dengan dia padahal wajahnya bisa dibilang lebih jelek dibanding mbul, badannya kurus kecil dan kelakuannya sangat amat nakal. Jawabanku adalah aku ingin mencoba membawa dampak baik bagi dia, aku ingin dia berubah dan aku pun bisa mengobati sedikit rasa sakit hatiku dengan mbul dulu.
Syukurlah saat berpacaran denganku ada banyak dampak positif untuk dia salah satunya dia mau pulang kerumah dan makan banyak juga berhenti merokok. Aku tidak pernah melarang dia merokok tapi aku selalu mengingatkan ke dia dampak dari rokok kedepannya, aku lebih banyak mengingatkan dia dengan sabar ketimbang dengan larangan dan aku yakin perasaan tulus bisa membawa perubahan untuk seseorang. Aku pun juga mulai mengurangi kecanduan merokokku, dulu aku bisa menghabiskan satu bungkus rokok sendirian tapi lambat laun aku berhenti dengan sendirinya.
Pada suatu ketika pacarku mengajakku untuk main dirumah teman sekelasnya yang tidak jauh dari perumahanku, disitu aku lihat ada 4 orang yang masing-masing berpasangan dan aku merasa tidak asing dengan wajah anak perempuan yang sedang menatap wajahku dengan ketakutan. Oh aku ingat! Dia adalah anak perempuan yang memang ku dengar kelakuan "lacurnya" #astagfirullah, sumpah aku liat anak itu sedang tidur diatas badan pacarnya hanya menggunakan tanktop dan celana pendek. Astagfirullah benar-benar gila, aku duduk diruang tamu dan fokus melihat film di televisi sambil memperhatikan anak perempuan tadi sedang disentuh bagian dada dan 'ya you know lah what i mean' dalam hati aku terus berkata "betapa mahalnya harga dada dan paha diKieFCi ketimbang anak perempuan itu". Bukan aku munafik tapi memang sungguh aku datang kesana hanya untuk menonton tv karna pacarku juga tidak berani menyentuhku sebab dia tau aku bisa menghajar dia kalau berani menyentuhku, aku serius!
-------------------------------------------------------------------
Tidak terasa waktu berjalan sangat amat cepat, hubunganku dengan dia sudah berakhir karna aku harus fokus Ujian Nasional dan menyiapkan diri untuk masuk sekolah tingkat akhir nanti. Aku mulai berubah, rambutku mulai panjang, aku merawat kulit bersihku yang sempat kusam hingga bersih kembali, aku berhenti merokok, aku berpenampilan selayaknya anak perempuan dan aku pun membatasi diri bergaul dengan anak laki-laki.
Tapi aku bersyukur merasakan proses pencarian jati diriku saat SMP karna jika aku merasakannya saat SMK nanti entah apa jadinya nasibku, mungkin aku bisa di drop out dari sekolah yang disiplin itu hahaha.
Sungguh aku tidak ada maksut membanggakan diri karna kenakalanku itu, aku hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang hidupku yang selama ini ku pendam sendiri. Aku harap kalian bisa mengambil sisi baiknya, dan membuang sisi buruknya. Terimakasih ^-^
-Bersambung ke Part 6-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar