Bagi sebagian besar terutama anak perempuan bermain game online itu hal yang sangat membosankan bahkan membuang waktu juga uang bahkan teman-teman perempuanku selalu melarangku pergi ke warnet karena bagi mereka tidak ada faedahnya untukku.
Tapi bagiku semua tergantung individu masing-masing saja, yang penting aku tau batasan mana yang baik dan mana yang buruk! Cerdas.
Tapi bagiku semua tergantung individu masing-masing saja, yang penting aku tau batasan mana yang baik dan mana yang buruk! Cerdas.
Kadang aku juga bingung kenapa aku sama sekali tidak merasa canggung bermain game diwarnet yang notabennya kebanyakan laki-laki dari anak-anak sampai dewasa, mungkin karna mereka sama sekali asik-tidak mengusik-fokus pada game saja. Tapi hal yang membuatku canggung saat pertama kali bermain game diwarnet adalah, pandangan anak-anak kecil ke monitor tempat pc ku bermain-arghhh aku nervous parah. Seakan mereka sedang mengintrogasiku dengan tatapan "ah payah sekali kamu, gitu aja ngga bisa" oh damn.
Satu bulan belajar bermain ayodens ku pikir aku sudah mulai handal bermain walau dengan satu jari haha, banyak yang mengajari saat aku tidak paham istilah di game tersebut dan juga banyak joki ala-ala. Iya joki ala-ala adalah mereka yang skillnya diatas rata-rata tapi ngga punya billing atau uang untuk bermain makanya berdalih siap jadi joki saat ada yang mengajakku battle, kadang menyebalkan sih karna mereka suka keasyikan bermain dengan billingku.
Mungkin kalian bisa sebut aku gila game saat itu, bagaimana tidak? Untuk bermain game ini aku menghabiskan banyak uang transferan dari papah, entah untuk menyewa billing maupun membeli voucher untuk avatar ku supaya terlihat keren. Ratusan ribu keluar begitu saja tanpa aku sadar dan tanpa ku perhitungkan, bodohnya aku dulu!
Ngomong-ngomong karna aku pemalu dan terlihat menyeramkan didunia nyata, aku tidak pernah punya pengalaman PDKT dengan laki-laki manapun tapi didunia maya berbanding terbalik 180°! Didunia maya aku punya banyak teman dekat pria dan aku juga punya couple dari game ayodens itu hahaha, berkat adanya couple itu aku jadi makin bersemangat untuk bermain warnet. Bayangkan pulang sekolah tanpa mengganti baju aku jalan kaki dari sekolah ke warnet, saat puasa aku rela menunggu didepan pagar warnet dari subuh sampai warnet dibuka hanya untuk menebus rasa kangen ku kepada couple yang kejelasannya masih ku pertanyakan (maklum aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, hihi).
Seperti biasa aku selalu menyewa billing 2jam dulu nanti kalau billingnya habis tambah lagi 2jam sampai uangku habis baru aku berhenti main dan hanya menonton orang lain, semangat sekali kalau sudah melihat icon ayodens rasanya hati berbunga-bunga.
-Bersambung ke Part 3-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar